post

Ada begitu banyak fasilitas yang bisa Anda dapatkan dengan kemajuan teknologi di bidang pendidikan, misalnya: akses ke sekolah, sumber materi di situs web dan metode pembelajaran. Sekarang, kali ini kita akan membahas salah satu tren pengembangan ini.

Selama masa sekolah, ia pasti akan diperlakukan dengan metode pembelajaran konvensional di mana ia akan mendengarkan semua penjelasan guru di kelas dan menjalin komunikasi langsung dengan guru.

Metode ini efektif! Namun, seiring perkembangan zaman, inovasi tentu diperlukan dalam pembelajaran, bukan? Apalagi jika selama kuliah Anda masih diperlakukan dengan metode yang sama. Wow, pasti sangat membosankan, ya?

Pastinya, Anda tahu bentuk inovasi yang kini sangat dilebih-lebihkan dilakukan oleh berbagai institusi pendidikan. Ya E-learning adalah pilihan yang menarik untuk menjadi warna baru dalam metode pembelajaran saat ini.

Namun, e-learning bukan tonggak penting juga, karena pada dasarnya pembelajaran akan lebih efektif jika ada umpan balik atau interaksi langsung antara guru dan siswa. Apakah Anda setuju?

Jadi, apa cara ideal untuk menyajikan metode pendidikan yang efektif bagi siswa baik dalam desain, dan dalam media pembelajaran yang diperbarui, untuk mendapatkan hasil belajar yang maksimal? Untuk penjelasan lebih rinci, silakan merujuk ke artikel berikut, ayolah!

Perbedaan antara E-Learning dan Blended Learning

Metode e-learning sebenarnya adalah salah satu inovasi menarik untuk pengembangan pendidikan saat ini, Tetapi, kenyataannya adalah bahwa menggunakan metode ini tidak cukup, Anda tahu? Dari studi yang ada, hambatan terbesar untuk e-learning adalah interaktivitas langsung antara siswa dan instruktur.

Namun, belajar adalah proses dua arah yang membutuhkan umpan balik antara instruktur dan siswa. Dengan cara ini, hasil pembelajaran yang lebih efektif dan spesifik akan diperoleh. Ini menjawab mengapa program e-learning di banyak perusahaan tidak selalu mendapatkan hasil yang memuaskan.

Kendala berkelanjutan dari e-learning adalah menciptakan kesan kesepian, sehingga Anda akan mengalami kebosanan dalam belajar. Hanya dalam setengah jam, orang yang mudah berpotensi malas dan tidak terlalu termotivasi untuk terus belajar.

Ini terjadi bukan karena materinya tidak bagus atau karena sistem online dari materi yang disajikan kurang interaktif, tetapi Anda akan merasa sendiri. Meskipun bagi seorang magang sejati itu bukan alasan, tetapi faktanya menunjukkan bahwa kebanyakan orang tidak bisa bertahan lama di komputer.

Nah, untuk itu kita membutuhkan kombinasi proporsional dari metode konvensional dengan inovasi e-learning, di sini! Akademi Telekomunikasi Jakarta menyajikan metode pembelajaran kecil yang menggabungkan kedua metode pembelajaran ini dengan siswa, Anda tahu!

Pembelajaran kombinasi metode pembelajaran di Akatel Jakarta

Untuk menanggapi semua kebutuhan perkembangan pendidikan saat ini, Akatel Jakarta menyediakan program / metode pembelajaran yang saat ini sedang terpengaruh, yaitu pembelajaran kombinasi. Apakah Anda terbiasa dengan istilah metode atau tidak.

Pembelajaran campuran

atau bisa juga disebut pembelajaran hibrid, adalah metode pembelajaran yang menggabungkan pertemuan tatap muka dengan materi online secara harmonis. Kombinasi dari pelatihan konvensional di mana guru dan siswa bertemu langsung dengan pembelajaran online yang dapat diakses kapan saja dan dari mana saja.

Bentuk lain dari pembelajaran gabungan adalah pertemuan virtual antara guru dan siswa di dua dunia yang berbeda, tetapi Anda dapat memberikan komentar, mengajukan pertanyaan atau menjawab di antara mereka. Semuanya dilakukan dalam waktu nyata, Anda tahu! Beberapa menyebutnya pembelajaran jarak jauh, yang lain menyebutnya pelatihan virtual yang dipimpin oleh seorang instruktur.

Sumber : https://dosenpintar.co.id/